Kopi Pagi Bersama Pak Sofyan Djalil

Foto untuk : Kopi Pagi Bersama Pak Sofyan Djalil

Jumat 12 April 2019 adalah hari terakhir Pak Sofyan Djalil berada di Redelong. Setelah beberapa hari mengunjungi Bener Meriah dan Aceh Tengah dalam rangka menyerahkan secara simbolis hasil pengukuran lapangan terkait persil tanah masyarakat dalam bentuk sertifikat yang sah. Kegiatan Sertifikasi lahan masyarakat ini merupakan program pemerintah dalam rangka mendata informasi tanah yang dimiliki masyarakat dengan sistem yang lengkap. Kegiatan ini diberinama Pendaftaran Sistem Tanah Lengkap (PTSL) dan merupakan salah satu program unggulan nasional.

Jumat sore dijadwalkan, Pak Sofyan Jalil beserta rombongan akan menuju Kabupaten di mana Beliau dilahirkan, Aceh Timur. Sebelum beranjak, Beliau diberi kehormatan menjadi Khatib saat penyelenggaraan ibadah Shalat Jumat di Masjid Babussalam, masjid agung masyarakat Bener Meriah. Sebelum jadwal protokoler dilaksanakan, pagi, setalah jalan-jalan dan sarapan, pukul 08.00, Pak Sofyan disuguhi menu tambahan berupa paparan yang berisikan keunggulan wisata Bener Meriah serta bagaimana gambaran ruang Bener Meriah. Tentu suguhan ini diselingi menu kopi pagi.

Paparan disampaikan baik paparan ruang yang disuguhi oleh Ibu Ramadhani serta video Bener Meriah Harmoni yang dipandu oleh Pak Hali Yoga. Paparan yang dipancarkan melalui projector ke arah dinding ruang depan Pendopo hanya memakan waktu 15 menit.

Selanjutnya tentu saja tanggapan dan saran dari Pak Sofyan Djalil, kali ini Beliau hadir sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, dimana Beliau tak menanggapi secara detail, hanya ada saran yang menusuk: bila ingin maju secara ekonomi dan parawisata, maka ruang untuk investor berupa lahan serta akomodasi wisata harus bisa memadai di Bener Meriah.

Terkait lahan, Beliau menambahkan, Bener Meriah adalah daerah yang berpotensi. Namun agar investasi luar bisa masuk, Bener Meriah harus mempunyai info umum atau generik terkait lahan-lahan yang diunggulkan, baik per kecamatan atau per wilayah strategis lainnya, misal: adanya informasi khusus menerangkan kelerengan dan jenis tanah dalam skala map yang besar. Ini akan menjadi menarik perhatian pihak ketiga untuk bisa mengembangkan produk di Bener Meriah yang sesuai dengan data dan informasi yang muncul.

Wisata, tak cukup hanya promosi namun harus punya strategi bagaimana wisata itu bisa nyaman dirasakan oleh wisatawan. Dengan demikian perlu pendapat pakar dari pihak ketiga dengan keluaran hasil baik kualitatif maupun kuantitatif. Sehingga mengemas wisata di Bener Meriah dapat dilakukan secara profesional.

Memang bagi seorang yang sudah malang melintang sebagai Menteri di Republik ini, saran di atas tak lah cukup. Sebagai yang pernah menjadi Menteri Kominfo, Menteri BUMN, Kepala Bappenas, perpektif Beliau akan Bener Meriah memang perlu digali. Plus Beliau adalah anak tukang pangkas yang pernah besar di Peureulak, paling tidak, secara budaya dan kultur Gayo tak jauh beda.